.comments-page { background-color: #00BFFF;} #blogger-comments-page { padding: 0px 5px; display: none;} .comments-tab { float: left; padding: 5px; margin-right: 3px; cursor: pointer; background-color: #f2f2f2;} .comments-tab-icon { height: 14px; width: auto; margin-right: 3px;} .comments-tab:hover { background-color: #eeeeee;} .inactive-select-tab { background-color: #d1d1d1;}
0

REAKSI EKSOTERM DAN REAKSI ENDOTERM

Posted by devi oktaviani on 5:17 AM in

TUGAS INDIVIDU
LAPORAN HASIL PRAKTIKUM
REAKSI EKSOTERM DAN REAKSI ENDOTERM








OLEH :
NAMA                        : ANDI DEVI OKTAVIANI
KELAS                       : XI IPA1
NIS                             : 14854
NO. URUT                 :6

SMA NEGERI 1 WATAMPONE
TAHUN PELAJARAN 2011/2012



REAKSI EKSOTERM DAN REAKSI ENDOTERM
Tujuan                        :
Untuk lebih memahami pengertian reaksi eksoterm dan endoterm.
Teori               :
Reaksi eksoterm didefinisikan  sebagai reaksi yang membebaskan kalor.
Sedangkan reaksi endoterm didefinisikan sebagai reaksi yang menyerap kalor. Aliran kalor kedua jenis dapat digambarkan sebagai berikut:
Kalor                                      Kalor                                                                                      Kalor
                   
    Sistem                                  LINGKUNGAN                Kalor                  Sistem                      Kalor


Kalor                                      Kalor                                                                                        Kalor
    Eksoterm                                                                                                     Endoterm
Aliran kalor pada reaksi eksoterm dan endoterm

Reaksi Endoterm : H = Hp-HR > 0
Pada reaksi endoterm, system menyerap energy. Oleh karena itu, entalpi system akan bertambah, misalnya entalpi produk (Hp) lebih besar daripada entalpi pereaksi (HR). Akibatnya, perubahan entalpi (    H), yaitu selisih antara entalpi produk dengan entalpi pereaksi (HP – HR) bertanda positif.
                                                                                             (Bertanda Positif)

      Sebaliknya, pada reaksi eksoterm, system membebaskan energy, sehingga, entalpi system akan berkurang, artinya entalpi produk lebih kecil daripada entalpi pereaksi. Oleh karena itu, perubahan entalpinya bertanda negative.
Reaksi Endoterm : H = Hp-HR > 0
                                                                                                                                                                              (Bertanda Negatif)

Perubahan entalpi pada reaksi eksoterm dan endoterm dapat dinyatakan dengan diagram tingkat energy seperti pada gambar berikut:
R
P
        H                                                                                        H
R                                                                                      P   
                                H = Hp-HR > 0                                                 H = Hp-HR < 0
R
P
 
P                                                                                      R   

(a)    Reaksi Endoterm                                                         (b) Reaksi Eksoterm


KEGIATAN 2.2
Alat dan Bahan          :
a.      Tabung reaksi
b.      Spatula
c.       Gabus
d.      Cairan spiritus
e.      Larutan asam klorida (HCl)
f.        Pita magnesium
g.      Kristal barium hidroksida (Ba(OH)2. 8H2O)
h.      Kristal amonium klorida (NH4Cl)
i.        Serbuk belerang
j.        Serbuk besi
k.       Bubuk tembaga (II) karbonat (CuCO3)
Cara Kerja                   :
1.      Masukkan kurang lebih 3 cm3 larutan asam klorida (HCl) 2 M ke dalam sebuah tabung reaksi, kemudian tambahkan potongan pita magnesium sepanjang 4 cm. Amati perubahan yang terjadi dan rasakan perubahan suhu tabung reaksi.
2.      Masukkan kristal barium hidroksida (Ba(OH)2. 8H2O) sebanyak 2 spatula ke dalam tabung reaksi. Tambahkan kristal amonium klorida (NH4Cl) sebanyak 2 spatula. Aduk campuran itu kemudian tutuplah dengan gabus. Pegang tabung itu dan rasakan suhunya. Biarkan sebentar, buka tabung dan cium bau gas yang timbul. Catat pengamatan Anda.
Catatan : perhatikan cara mencium/membaui gas.
3.      Campurkan serbuk belerang sebanyak 6 spatula dengan serbuk besi sebanyak 2 spatula. Masukkan campuran itu ke dalam tabung reaksi. Panaskan tabung itu sampai campuran berpijar. Hentikan pemanasan, amati apa yang terjadi dan catat pengamatan Anda.
4.      Masukkan 3 spatula bubuk tembaga (II) karbonat (CuCO3) ke dalam tabung reaksi. Panaskan tabung sampai mulai terjadi perubahan pada bubuk tembaga (II) karbonat tersebut. Hentikan pemanasan, amati apa yang terjadi dan catat pengamatan Anda.
Pertanyaan                         :
1.       Gejala apakah yang menunjukkan telah terjadi reaksi kimia pada percobaan 1, 2, 3, dan 4?
2.       Jika hasil reaksi dibiarkan beberapa jam, apa yang Anda harapkan terjadi dengan suhu campuran pada (1) dan (2)?
3.       Bagaimanakah jumlah entalpi zat-zat hasil reaksi (produk) dibandingkan dengan jumlah energi zat pereaksi (reaktan) pada reaksi (1), (2), (3), dan (4), jika diukur pada suhu dan tekanan yang sama?
4.       Gambarlah diagram tingkat energi untuk keempat reaksi di atas.
5.       Simpulkanlah pengertian reaksi eksoterm dan endoterm.

Jawaban                              :
1.      Gejala-gejala yang menunjukkan terjadi reaksi
1.      Percobaan 1    : perubahan suhu
2.      Percobaan 2    : perubahan suhu dan bau yang menyengat
3.      Percobaan 3    : perubahan warna
4.      Percobaan 4    : perubahan warna bentuk zat
2.      Campuran 1    : mengalami peningkatan suhu (panas) apabila didiamkan beberapa jam akan kembali pada suhu normal.
Campuran 2    : mengalami penurunan suhu (dingin) apabila didiamkan beberapa jam akan kembali pada suhu normal.
3.       
1.      Pada reaksi pertama jumlah entalpi produk lebih kecil dari pada entalpi pereaksi. Oleh karena itu, perubahan entalpinya bertanda negative (terjadi reaksi eksoterm).
2.       Pada reaksi kedua jumlah entalpi produk lebih besarl dari pada entalpi pereaksi. Oleh karena itu, perubahan entalpinya bertanda positif (terjadi reaksi endoterm).
3.       Pada reaksi ketiga jumlah entalpi produk lebih kecil dari pada entalpi pereaksi. Oleh karena itu, perubahan entalpinya bertanda negative (terjadi reaksi eksoterm).
4.       Pada reaksi keempat jumlah entalpi produk lebih besar dari pada entalpi pereaksi. Oleh karena itu, perubahan entalpinya bertanda positif (terjadi reaksi endoterm).




4.      Diagram tingkat energi


Percobaan 1




R                                    R


 
              P                                   P

Percobaan 2

 
P                                    P


 
              R                                   R

Percobaan 3

 
R                                    R


 
               P                                  P

Percobaan 4

 
R                                    R


 
               P                                  P


5.      Pengertian reaksi eksoterm dan endoterm
Reaksi eksoterm adalah reaksi yang membebaskan kalor.Reaksi endoterm adalah  reaksi yang menyerap kalor.

Kesimpulan                :
            Reaksi eksoterm adalah reaksi yang membebaskan kalor yaitu kalor mengalir dari sistem ke lingkungan. Sedangkan reaksi endoterm adalah reaksi yang menyerap kalor yaitu kalor mengalir dari lingkungan ke sistem. Reaksi eksoterm memerlukan panas untuk mencapai kondisi yang memungkinkan reaksi dapat berlangsung. Bila reaksi sudah mulai berlangsung maka pemanasan sudah tidak diperlukan lagi. Sebaliknya, reaksi endoterm yang berlangsung pada suhu tinggi terus-menerus memerlukan pemanasan. Jika pemanasan berheenti, maka reaksi pun akan berhenti.



0 Comments

Post a Comment

Share it

Blogger news

Blogroll

Blogger templates

Copyright © 2009 adevioktaviani_ngeblog All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.